Individual Learning to Learning Organization

0 67

Untuk menjadi yang terbaik dalam bisnis dan pelayanan kita harus memiliki kelebihan dibanding yang lainnya, lebih cepat, lebih kuat, lebih bagus, lebih pintar, lebih cerdas, lebih kaya, lebih berilmu, lebih kreatif, dan berbagai lebih lainnya. Untuk menjadi lebih maka kita harus berada di atas rata rata, untuk berada di atas rata rata kita harus memiliki kemampuan belajar yang lebih baik. Belajar adalah kunci untuk menjadi lebih baik, belajar adalah jalan untuk mencipta keunggulan dalam hidup. Belajar adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh siapun yang ingin bergerak maju. Belajar adalah jalan untuk menghapus kebodohan dan meminmalisir kegagalan. Pribadi maupun organisasi yang ingin bertumbuh dan maju harus mau belajar. Mereka yang tidak belajar akan tertinggal seiiring perubahan jaman.

Belajar harus menjadi budaya yang melekat dalam lingkup pribadi maupun organisasi, dengan belajar kita bisa melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap aktivitas yang kita lakukan. Dalam lingkup organisasi budaya belajar harus dikuatkan sebagai upaya mencipta kemajuan, ini adalah salah satu tanggungjawab pemimpin. Pemimpin memiliki tanggungjawab untuk menumbuhkan motivasi dan kemampuan belajar seluruh anggota tim atau organisasi yang dipimpinnya untuk selalu berkembang dan bertumbuh mencapai sasaran.

Dunia politik, sosial, ekonomi dan bisnis saat ini mengalami kondisi VUCA, singkatan dari Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kompleks), dan Ambigue (tidak jelas). Dalam kondisi yang begitu dinamis kebutuhan organisasi untuk selalu belajar merupakan suatu keharusan untuk mampu mempertahankan eksistensinya. Organisasi yang tidak mampu mengelola pengetahuan (knowledge management) dan menjadi organisasi yang senantiasa belajar (Learning Organization) secara tidak langsung sudah menandatangani kontrak untuk memperpendek usia organisasinya.

Pembelajaran dalam organisasi harus dilakukan oleh setiap individu (individual learning) dan organisasi. Individual learning jika seseorang memperoleh pengetahuan melalui pendidikan, pengalaman, atau eksperimen. Organisasi pembelajar (Learning Organization) terbentuk jika sistem dan budaya organisasi yang mengindahkan learning dan mentransfer gagasan-gagasan baru pada para anggota. Dengan demikian jika seorang pemimpin perusahaan menginginkan suatu organisasi pembelajar, ia harus mendorong serta memfasilitasi setiap anggota organisasi agar mau terus belajar. Menurut Garvin (2000) ada enam tugas penting berkaitan dengan pembelajaran yaitu 1). Mengumpulkan hal-hal baru dan intelligence dari lingkungan, 2). Belajar dari praktik-praktik terbaik dari perusahaan lain, 3). Belajar dari pengalaman sendiri di waktu lalu, 4) Bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan baru, 5). Mendorong pemecahan persoalan secara sistematik dan 6). Mentransfer pengetahuan ke seluruh organisasi.

Proses pembelajaran berkaitan erat dengan proses peningkatan kapasitas organisasi maupun setiap individu di dalamnya untuk mencipta dan berkarya. Fred Kofman dari MIT menyatakan bahwa proses pembelajaran dalam suatu organisasi berupa perbaikan atau peningkatan pengetahuan yang dimiliki oleh suatu oganisasi, yang menjadi kemampuan untuk melakukan serangkaian tindakan secara efektif. Maasaki Imai seorang pakar produktivitas perusahaan jepang dalam buku Kaizen, The Key to Japans Competitive Success, dia menceritakan rahasia keberhasilan perusahaan-perusahaan atau industri di Jepang yang menerapkan strategi Kaizen.

Strategi kaizen adalah konsep tunggal manajemen Jepang yang menjadi kunci sukses Jepang dalam persaingan. Kaizen berarti penyempurnaan terus menerus dan berkesinambungan dan melibatkan semua orang dalam organisasi. Kaizen lebih berorientasi pada proses, berbeda dengan manajemen barat yang lebih berorientasi pada hasil. Jadi, kaizen merupakan sebuah proses pembelajaran dan perbaikan terus menerus yang dilakukan oleh sebuat organisasi. Sebagai pemimpin kita harus merencanakan dan mengelola proses ini melalui sistem yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan akumulasi pengetahuan yang amat diperlukan organisasi untuk bertumbuh, berkembang, mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menjadi yang terdepan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.